Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Jalan-jalan

Catatan Perjalanan - Gunung Lembu Purwakarta

Ini cerita sudah lama, tapi daripada cuma mengendap di folder, mumpun lagi meeting dan rada free jadi bisa gini gitu #loh  chekidot    Goes To Purwakarta Berprinsip “Pantang libur panjang tanpa lanjalan”, saya akhirnya trekking lagi, walau Cuma trekking ke gunung mini, Gunung Lembu setelah setahun gak kemana-mana karena masih proses recovery bantalan sendi lutut yang robek awal tahun 2015 lalu. Sebenernya sih belum sembuh total, tapi udah lumayan banget buat aktivitas, termasuk di banting di aikido :’ Setelah trip ke pulau sangiang oleh Udin Organizer, kali ini lanjalan lagi ke Gunung Lembu di Purwakarta. Inget banget tahun lalu udah ada rencana ke Gunung Lembu, yang bikin Udin juga trus Khalida, Ibos dan Rijal rencananya ikut pas aku masuk grup mereka langsung komen, “Itu lututnya sembuhin dulu” akhirnya dengan ngedumel saya unduru diri dari grup waktu itu. Eh ternyata trip nya gak jadi juga dan baru kesampaian awal tahun 2016. Karena jarak yang cukup...

Catatan Perjalanan - Gunung Guntur yang Hangat (Part 2)

Semangka di Puncak Gunung Guntur Bikin istigfar dan bikin persediaan air mendadak tipis. Untung bawa semangka. Yup kami bawa semangka ke puncak Guntur untuk dinikmati disana. Apalagi kalau bukan atas prakarsa Mas Zam yang level imajinasi terhadap kuliner di gunung sangat liar. Mendaki sekitar satu setengah jam, kami sampai di puncak 1. Pemandangan yang terlihat adalah – kabut. Hahaha iyalah, kalau mau sunrise harus dini hari summitnya. Di puncak 1kami pecah itu semangka. Setengah kami makan. Jalur pos 3 ke puncak satu menurut saya yang paling berat. Lima menitan di puncak 1 kami menuju puncak 2. Jalurnya didahului dengan jalan landa kemudian menanjak lagi. Hahaha. Gak kalah serunya dari nanjak di awal. waktu tempuh sekitar 1 jam ke puncak 2. Disana ada tugu GPS dari ITB, menandakan posisi tertinggi. Sayangnya, vandalism terjadi bahkan seniat itu sampai puncak gunung. Tugu dan batu dicoret-coret. At that point kalau saya liat ada yang nyorat-coret bakal langsung saya koshinange t...

Catatan Perjalanan - Gunung Guntur yang Hangat (Part 1)

Kaki ini masih linu, lutut juga masih kelu. Tapi daripada aku lupa perjalananku, kutulis catatan ini untukmu. Rencana naik gunung pasca Lembu awal bulan Januari lalu sebenarnya sudah banyak, tapi seperti yang sudah-sudah, berakhir wacana. Mulai dari yang diajak gak jelas maunya apa, sampai agenda-agenda dadakan yang bikin Sindoro harus menunggu. Gak lagi-lagi ngajak kalong insomnia. Pas gak diajak, ngambek. Giliran diajakin gak konfirmasi. #AkuGakBisaDigituin  Hadiah Kenaikan Tingkat Prinsip saya adalah, Pantang long weekend tanpa jalan-jalan. Jadi setelah rencana Sindoro/Sumbing gagal, segera melipir nyari alternatif lain sekitaran libur imlek. Nemu satu yang menarik di website BPI. Si empunya hajat bernama Zam yang merencanakan Shared Cost ke Guntur dan Tegal Panjang. Awalnya pas saya hubungi full kuota. Tapi out of the blue hari Selasa pas latihan Aikido di Mayapada, Mas Zam ini ngirim pesan yang katanya masih ada slot untuk gabung. #AkuTerharu, Entah karena lagi lati...

Review Gear - Deuter Aircontact 50+10 SL

Sekali-kali bikin catatan yang agak berguna bagi dunia persilatan. Demi pelaksanaan hobi jalan-jalan yang lebih nyaman terkendali, akhirnya (mau gak mau) saya musti beli yang namanya carrier. Benda satu ini memang vital banget buat orang-orang yang suka lanjalan utamanya lanjalan menyusuri tanjakan. Berhubung belakangan lagi seneng naik – naik gunung lucu, saya memutuskan untuk beli carrier sendiri. Selama ini carrier modal pinjem temen yang malah seneng carrier nya dipakai. Hahahakkk... #dasarbenalu  Beberapa minggu memilih dan memilah, lihat review sana sini, Udah sampai level browsing toko outdoor yang jualan carrier yang lebih nyaman di kantong juga. Sempat nanya-nanya carrier merk dalam negeri Consina dan Cozmeed demi menyelamatkan dompet dari derita kekeringan. Cukup hati adek yang kering, Bang. #bah Dan hingga ujungnya, pada suatu minggu pilihan saya jatuh pada Deuter Aircontact 50 + 10. Bahahahhaa....  Kalau kata Dimitri, kak iim emang suka random kaya git...

Catatan Perjalanan - Pulau Sangiang (Part II)

Badai Pasti Berlalu Usai memasang tenda dan flysheet, dari tampangnya sudah kelihatan kami semua kelelahan. Saya sempat mengambil beberapa foto, lalu mencari pohon teduh buat ngaso yang selanjutnya dialihfungsikan sebagai tempat tidur siang. Ada yang tidur di atas mastras di pasir, ada yang tidur diatas kayu sekitar pohon teduh. Hampir jam 3 saya terbangun dan mencari Galih, anaknya sedang mandi ternyata. Usai mandi dan leha-leha kami berburu sunset walau tidak seperti yang diharapkan. Langitnya cukup gelap dan tidak ada tanda-tanda sunsetnya bakal bagus. Jatohnya main di pantai sambil hunting foto. Main sepuasnya di pasir warna putih yang sangat lembut. Pas dekat tebing tiba-tiba Chemi minta saya duduk di atas karang, dan walaaaa...   jadilah sebuah foto instagramable karya Chemi. Mayan buat dp whatsapp. Ini manfaatnya kalau punya temen jago motret, Makannya kalau nyari trip saya seneng kalau ada cheminya. Hasil fotonya pasti bagus :p Papandayan dan kali ini Sangiang jadi b...

Catatan Perjalanan - Pulau Sangiang (Part I)

Akhirnya bisa bikin catatan perjalanan Trip Pulau Sangiang juga, sambil memandangi langit biru diatas mega proyek sebentuk kostan 5 lantai sebelah kostan saya yang membuat nampak seperti di film UP.  Tulisannya udah dibikin sejak libur Pilkada, tapi apa daya, baru selesai usai natal tiba. Setelah kemarin gegoleran di kamar nonton serial Viking sampai khatam 3 season, baru pagi ini muncul niat mulia menyelesaikan catatan perjalanan ke pulau Sangiang.  Aslinya liburan pilkada jadwalnya jogging ngajakin Rijal, Tapi Rijalnya ke Kebun Raya Cibodas, trus diajakin sekalian ikut, tapi apa daya gegara beberapa hari ini tidur diatas jam 1 bangun jam 4 ditambah AC kantor yang di set 5 derajat, jadilah saya masuk angin dan diare. Sampai gak bisa latihan aikido. GAK BISA LATIHAN AIKIDO! Sebagai hobi yang menempati kasta tertinggi dalam hidup saya, tidak bisa latihan aikido (disaat bulan depan saya ujian ganti sabuk) itu hal yang menyakitkan. #CukupRhoma! Cukup!!! *Malah ja...

Catatan Perjalanan - Papandayan (Part II)

Akhirnya setelah ditirakatin puasa Daud, berendem di kali yang airnya mengalir, catatan ini keluar juga. Padahal perjalanannya udah hampir setahun. Catatannya baru keluar sekarang. Huksss... Maafkan saya, yang (sok) sibuk ini. Sudah jadi budak kapitalis, makin susah nyari waktu buat nulis ini itu. Catatan perjalanan Papandayan ini akan mengisahkan cerita lanjutan dari perjalanan ke Gunung Papandayan nan elok bulan Mei lalu. Perjalanan yang awalnya hanya buat nge trip, akhirnya membawa beberapa diantara kami menjalin pertemanan yang cukup akrab. Ada yang berantem mulu di grup, ada yang cinlok à atau dicengin cinlok, ada yang dicengin suami isteri saking hobinya saling ngatain babi, ada yang mau bikin usaha bareng. Macem-macem... Awalnya Cuma ketemu pas nge-trip, jadi bikin acara ketemuan-ketemuan lain, jogging bareng, buka puasa bareng, belanja bareng, nonton bareng. Tidur pun bareng... di rumah masing-masing. Disini akan dikisahkan mengenai jalan-jalan sore di hutan mati,...

Catatan Perjalanan - Papandayan (Part I)

Catatan Perjalanan Papandayan “Benda bisa hilang, Tapi pengalaman tidak akan bisa dicuri”. “Apalagi gebetan, bisa diambil orang, ditikung macomblang, atau lari bersama orang.” #nahloh Berbekal keyakinan bahwa perempuan istri- able itu yang bisa diajak munggah mudhun gunung anjlog samodra 1 . Di awal tahun 2015, saya mengumpulkan tekad baja untuk mewujudkan niatan camping di gunung yang termanifestasikan dalam resolusi nomor 5 tahun ini.Setelah berkali-kali berakhir dengan wacana, mulai dari alas an ikut ujian aikido, ketua rombongan ikut interview di perusahaan, hingga alas an klasik minimnya budget ‘kenakalan perempuan’. akhirnya Papandayan menjadi destinasi pendakian perdana bagi saya. Meskipun lebih tepat jika perjalanan kali ini saya sebut camping cantik. Karena nyatanya track Papandayan memang tergolong paling mudah diantara gunung-gunung yang lain.  Naik gunung, beres! Lalu bagaimana dengan ‘anjlog samodra’?. Keberuntungan menaungi konstelasi Virgo ber...

Catatan Perjalanan - Pura Parahyangan Bogor

Catatan perjalanan pertama di blog ini, #PotongTumpeng. Seperti judulnya, catatan perjalanan ini mengambil latar Pura Parahyangan di kaki Gunung Salak, Bogor. Keindahan yang ditampilkan dari sejumlah foto beberapa orang yang telah mengunjungi tempat itu sebelumnya, meluapkan keinginan untuk melihat rupa Pura di daerah Bogor yang dalam foto nampak seperti di Bali.  Bos perjalanan kali ini adalah Ayank, dia pula yang memberitahu saja beberpa bulan yang lalu ada tempat di Bogor, sebuah pura yang nuansanya seperti di Bali. Acara trip ke Pura Parahyangan ini bisa dibilang agenda mendadak. Saya memutuskan join hari Jum’at sewaktu bermusik dengan Ayank di pinggir danau samping Balairung. Romantis banget gak sih?, Hanya selang sehari dan kami pergi di hari Minggu. Untuk kegiatan short trip ada baiknya tidak direncanakan terlalu lama nampaknya, karena biasanya ujungnya wacana dan gak jadi kemana-mana.